#7. Kau bulan, aku?

Bulan yang tak ditakdirkan bersamaku

Serta takkan pernah jadi milikku…

Aku pernah membaca buku yang didalamnya terselip sebuah cerita tentang bulan dan matahari. Bulan dan Matahari adalah sepasang yang saling mencintai. Namun takdir selalu tak pernah membiarkan mereka bertemu. Kau sungguh adalah bulan bagiku, yang indah dan selalu menjadi pujaan setiap orang, yang dengan keanggunan bisa menyejukkan hati orang yang memandang. Lebai? Mungkin. Tapi begitulah aku menganggapmu. Bulan.

Akan terlalu muluk jika aku berharap kau menggangapku sebagai mataharimu. Aku tak pernah menyinari duniamu, walau sebelumnya kupikir begitu. Aku bukan orang yang membawa keceriaan di hidupmu. Tak tahukah dirimu bahwa aku sangat berharap hari itu akan tiba, hari dimana kau menyatakan perasaanmu dan menanyakan bagaimana perasaanku terhadapmu. Tidak sekedar menyatakannya lewat pesan singkat yang menurutku tidak menunjukkan keseriusanmu. Aku akan tanpa berpikir lagi mengatakan ”ya” jika pada saat itu ketika hariku berbunga-bunga dan diisi oleh kehadiranmu, kau bilang ”maukah kamu menjadi tambatan kapal hatiku?” atau setidak romantis apapun kata-katamu, aku akan tetap pada pendirianku.

Hari yang kutunggu tak kunjung datang. Dan suatu hari, badai datang mengguncang rumah penantianku. Aku mendengar kabar jadiannya dirimu dengan dirinya. Salah besar aku menganggap kita adalah bulan dan matahari. Salah. Yang benar, aku adalah pungguk yang merindukan bulan. Inilah yang tersurat untukku sejak awal. Sejak kau datang dalam kehidupanku yang tenang dan memberikan harapan akan cinta. Apa aku salah mengharapkanmu setelah pada malam itu kau bilang kau cinta padaku? Apa aku salah karena waktu itu tak tau mau mengatakan apa dan kau pun tak bertanya sesuatu apapun itu. Atau bahkan aku salah sejak dari pertama kita berkenalan. Haruskah juga aku salahkan nasib yang membawaku bersekolah di sekolahku yang juga sekolahmu itu?

Pernahkah aku masuk di sudut kotak hatimu? Sekali saja dan berdiam untuk sementara disana? Atau aku hanya mengetuk-ngetuk pintu hatimu dengan putus asa? Atau kamu seperti tuan rumah yang sebenarnya tak ingin aku datang tapi aku dengan tak tau malu memaksa masuk pada saat pintu rumahmu sedang terbuka? Atau kau hanya membiarkanku bertamu, melihat apa yang akan terjadi, apabila tidak sesuai dengan hatimu, kau akan menunggu aku keluar? Apakah aku memang tak pernah punya arti bagimu?? Apakah aku hanyalah angin yang kau permainkan untuk mengisi waktu??

Sejuta pertanyaan itu aku tanyakan dalam diam. Aku tak punya nyali? Iya, aku tak punya cukup ruang untuk menahan semua malu ini. Aku tak punya cukup ruang untuk memasukkan kembali semua nanyian dan senyuman yang telah kukeluarkan sewaktu memikirkanmu. Aku tak pernah punya cukup waktu untuk sejenak melihat kembali bagaimana raut senang mukaku ketika kau menyapaku. Aku tak punya cukup suara untuk meluapkan ini semua. Wish yu happy with your way!

#6. Cinta adalah cinta.

Cinta adalah cinta dan hanyalah cinta.

Itulah kata yang paling kuingat dari buku yang baru saja kubaca. Ya, cinta sulit untuk dijelaskan dengan kata-kata lain. Cinta terkadang tak tahu darimana datangnya. Cinta yang datang dari sebuah hubungan pertemanan atau perjodohan tetaplah cinta. Cinta yang diperjuangkan sekeras apapun, juga hanyalah cinta. Cinta asal pilih, sembarangan dan tak berdasar dariku untukmu ini pun begitu.

Orang bilang, cinta itu dari mata turun ke hati. Mungkin itulah yang terjadi padaku. Bulan lalu, tanpa sengaja aku melihatmu dari jendela kelasku yang mengarah ke teras kelasmu. Aku tak pernah melihatmu sebelumnya, kau anak sekolah tetangga. Tapi ketika aku melihatmu saat itu, pandangan matamu menyiratkan pikiranmu yang kalut. Aku tak tahu apa yang kau pikirkan, namun kesedihanmu itu menyentuh hatiku.

Melihatmu setiap hari dari sudut tempat dudukku inilah yang akhirnya membuatku terbiasa dengan keberadaanmu. Aku menanti-nanti saatnya bel tanda istirahat sekolahmu berbunyi, sehingga aku dapat melihatmu duduk disana, yang mungkin tempat favoritmu, melakukan hal-hal biasa yang entah kenapa jika kau yang melakukannya terlihat menarik dimataku. Aku bahkan tak tahu namamu, tapi aku seperti telah mengenal dirimu dengan sangat baik. Aku tahu kebiasaanmu, aku tahu coklat kesukaanmu, komik yang sering kau baca disana (aku tahu karena kita ternyata punya komik kesukaan yang sama, sepertinya). Kau sering mengerutkan kening ketika kau mulai serius dengan bacaanmu. Kau akan memejamkan mata sejenak sebelum kembali ke kelas.

Aku sungguh ingin berkenalan denganmu. Aku tidak ingin hanya menjadi penonton hidupmu. Aku ingin menjadi salah satu tokoh di cerita ini. Tapi aku tak tahu apa yang harus kulakukan. Aku ingin mengirimkan surat ini, tapi aku tak tahu namamu. Kau tahu, aku pernah mencoba meminta temanku ikut melihatmu saat kau duduk disana, tapi dia tak membantu apa-apa. Mukamu tak kelihatan jelas katanya. (apakah aku hanya berkhayal saat melihat pandangan matamu sewaktu pertama kali aku melihatmu itu?) Great. Aku tak tahu namamu, tak tahu cara menemukanmu, temanku pun tak ada yang mengenalmu. Kalau aku datang ke sekolahmu dan menunggu di gerbang, aku tak tahu menunggu siapa. Rambutmu tipikal remaja muda lainnya. Jadi bagaimana aku bisa masuk kedalam hidupmu?

Cinta ini mungkin hanyalah cinta asal-asalan. Tapi aku sungguh ingin ini tidak hanya menjadi seperti ini. Aku ingin sebuah akhir. Entah akhir yang bahagia atau tidak.

#5. Yang tak dikatakan

Cintaku yang terhalang keadaan…

Bagaimana keadaanmu sekarang? Siapakah pacarmu saat ini? Atau bagaimana sekolahmu? Apakah kamu masih seperti dulu? Bagaimana potongan rambutmu atau seberapa tinggi kamu sekarang? Aku tak bisa berhenti memikirkanmu. Aku tak bisa berhenti mengingat kenanganku denganmu. Aku tak pernah berhenti berharap waktu kan berputar lagi kembali saat aku masih SMA.

Waktu itu aku baru naik ke kelas tiga dan kau baru masuk sekolah, artinya kamu masih kelas satu. Karena suatu hal kita menjadi dekat. Aku mulai sering ngobrol denganmu atau sekedar menanyakan keadaanmu. Dan obrolan itu menjadi jamu bagiku yang lelah berkutat dengan kesibukan anak kelas tiga. Aku merasa segar sehabis bertemu dan melihat rambutmu yang lucu itu.

Maafkan aku karena menjauhimu saat itu. Kau tahu, aku hanya malu karena teman-temanku bilang aku pacaran dengan brondong. Maafkan kebodohanku itu. Padahal kita tidak ada hubungan khusus apapun itu. Hanya perasaanku terhadapmu saja yang sepertinya jelas sekali kelihatan mereka. Seharusnya aku bisa memperjuangkan perasaanku itu. Semoga ucapan maaf yang terlambat ini bisa membuatmu mengerti. Semuanya memang serba terlambat untukku.

Ketika aku melihatmu selalu pulang dengan gadis manis itu, hatiku serasa terbakar api. Aku bertanya-tanya, apakah dia itu pacarmu, ataukah hanya teman atau sahabatmu? Tapi aku melihat ada kemesraan antara kalian. Hatiku remuk melihatmu yang selalu bersamanya. Aku tidak merasa dia cantik. Aku merasa kau pantas dapat yang lebih baik darinya. Maafkan pendapatku atas gadis yang kau pilih itu. Itu dulu, perlahan-lahan aku bisa mengerti kenapa kau memilihnya, dia adalah gadis manis yang terlihat baik hati walau aku tidak terlalu mengenalnya.

Aku tahu perasaanku terhadapmu, tapi aku tak pernah tahu perasaanmu terhadapku. Dan aku juga tidak punya keberanian untuk menyatakan perasaanku atau menanyakan perasaanmu. Aku tidak punya secuil nyali untuk memberimu tanda-tanda yang menyatakan aku menyukaimu. Aku hanya berani melihatmu dari jauh atau dari tempat tersembunyi yang tak bisa kau lihat. Aku rasa aku tidak mempunyai hal yang bisa membuatmu jatuh cinta padaku.

Tapi cinta yang tidak diungkapkan tidak akan berakhir bahagia. Aku tahu itu. Sama seperti surat cinta yang tak akan tersampaikan ini. Perasaanku ini pun akan aku simpan di kotak kenangan tentangmu. Semoga suatu saat aku punya keberanian untuk menghadapi cinta ini dan saat itu aku sanggup untuk berkata dengan jujur ” aku cinta kamu”. Tiga kata yang selalu tercekat di tenggorokanku.

#4. Karena akulah…

Untukmu

Yang selalu dicintai banyak orang,

Aku hanya salah satu dari orang yang mencintai kamu. Aku mungkin hanyalah lelaki biasa diantara semua lelaki yang masing-masingnya memiliki kelebihan dan tak bisa dibandingkan denganku. Aku tidaklah seagresif mereka dalam merebut hatimu. Aku hanya bisa tersenyum dan selalu berusaha yang terbaik apabila kau butuh bantuanku. Dewi Fortuna nampaknya hanya setengah tersenyum padaku. Aku bisa dekat denganmu, tapi hanya sebatas itu. Tak lebih. Aku hanya bisa menjadi sahabat bagimu. Tetapi ini lebih baik daripada laki-laki yang hanya bisa memandangimu dari kejauhan ataupun yang dekat tapi hanya bisa memanggil namamu yang indah itu tanpa terlalu kau pedulikan.

Aku hanya salah satu dari orang yang menyayangimu. Aku sayang padamu dengan setulus hatiku. Aku akan sangat marah jika aku menemukanmu sedang menangis. Aku menyayangimu bukan karena kecantikan mukamu yang membuat lelaki tak bisa berpaling. Aku menyayangimu karena kau begitu menyayangi orang di sekitarmu, tanpa peduli mereka itu siapa. Aku tahu kau selalu prihatin melihat keadaan negeri kita ini. Aku tertegun ketika kau membantu anak-anak kecil di depan sekolah kita itu untuk menyebrang di kala jam pulang sekolah kita tiba. Aku menciut begitu mengetahui betapa mudahnya kau memaafkan kesalahan orang, sementara aku sepertinya selalu memendam perasaan marah dan benci.

Aku hanya salah satu dari orang yang mempercayaimu. Aku tahu tidak ada orang yang sempurna di dunia ini, tapi banyak orang yang percaya bahwa kau adalah sempurna. Aku pun begitu dulunya. Sampai akhirnya aku tahu, kau punya masa lalu yang berat. Aku telah berjanji tidak akan mengungkit hal itu, karena aku begitu teriris melihatmu menangis saat bercerita tentang hal ini. Kau sangat memikirkan masa lalumu dan trauma akannya. Ingin rasanya aku menggantikanmu menanggung semua beban berat itu. Namun, aku percaya kau akan mampu menghadapinya suatu saat nanti.

Aku hanyalah salah satu dari orang yang selalu ingin berada di dekatmu. Kau sepertinya mempunyai sihir yang mampu membius orang agar selalu betah di dekatmu. Walau kau tak punya wawasan yang luas sehingga bisa nyambung berbicara dengan semua orang, tapi kau punya sesuatu yang membuat perasaan orang yang berbicara denganmu merasa nyaman. Atau orang mungkin hanya suka memandangi wajah cantikmu. Aku sungguh tak tahu. Kau tahu, temanku pun banyak yang menyukaimu, tapi mereka jarang berbicara lebih banyak denganku. Mereka takut aku akan membocorkannya padamu. Tentu saja hal itu tidak akan kulakukan, kecuali kalau kata-kata mereka tentangmu memancing emosiku. Akan kuhajar mereka kalau mereka berbicara yang tidak-tidak tentangmu. Tenang saja.

Aku hanyalah salah satu dari orang yang akan menunggumu. Aku jugalah salah satu dari orang yang berharap kau akan segera putus dengan pacarmu itu walaupun pada akhirnya menyerah dan berdoa agar kau akan langgeng dengannya karena kami tahu dia adalah orang yang tepat untukmu. Aku akan siap setiap saat untukmu. Aku rela jika malam-malam kau ingin makan sesuatu dan memintaku membelikannya untukmu. Aku sungguh rela. Aku rela jika tiap pagi aku harus membangunkanmu. Bahkan kalau perlu aku akan memasakkan atau membelikan sarapanmu setelah mendengar ucapan selamat pagi darimu. Dan aku juga rela jika bukan aku yang dipilih Tuhan untuk melakukan semua hal itu untukmu. Aku rela lelaki itu yang melakukannya untukmu. Aku rela asal masih bisa melihat mukamu berseri-seri hanya karena mendapat sms darinya.

Karena aku hanyalah salah satu dari orang yang menyayangimu. Mempercayaimu. Selalu ingin berada di dekatmu. Menunggumu. Aku hanyalah salah satu dari orang yang mencintaimu.

With love…

#3. Mampu, tapi tak bisa.

Hai Cantik..!

Bagaimana harimu?

Baikkah atau malah jelek?

Pertanyaan inilah yang akan aku ajukan mungkin setiap hari kepadamu jika kamu menjadi pacarku. Sayangnya, aku tak pernah mampu untuk mengatakannya dengan cara yang mungkin dilakukan seorang lelaki kepada wanitanya, karena aku dan kamu hanyalah dua orang yang dipertemukan oleh nasib, duduk di kelas yang sama. Kamu pasti tahu aku Cantik, akulah orang yang sering menggantikanmu membawa ember berat itu. Orang yang sering duduk di pojok kelas dan bercanda dengan teman-teman lelakiku. Aku adalah orang yang selalu siap membantumu, walau kau sepertinya enggan berhubungan denganku. Aku bisa membaca raut mukamu Cantik, kalau bukan karena ember yang beratnya setengah ampun itu, kau pasti tidak akan mau aku yang membawanya.

Aku tahu tipe cowok yang kamu sukai, dan aku bukanlah orang yang termasuk jenis itu. Aku rela berhenti merokok demi kamu Cantik, tapi aku bukan orang bodoh, kamu tidak akan menerimaku begitu saja. Aku tahu, lelaki seperti apa aku di matamu yang indah itu. Merokok membantuku melupakan dirimu walau sejenak, melupakan rasa sakit ini. Aku mungkin adalah orang yang terbodoh di kelas kita itu. Bukannya aku tak pernah belajar Cantik, tapi sekeras apapun aku berusaha tetap saja rumus-rumus fisika, materi biologi yang menghapalnya bisa berhari-hari itu tidak mau hinggap lebih lama dari sejam. Aku begitu saja akan melupakannya.

Oh iya, aku hanya pernah sekali dapat nilai bagus. Yaitu saat waktu itu, guru fisika kita itu tidak masuk dan kamu diminta untuk memberikan catatan dengan menuliskannya di papan tulis. Dan karena keisengan teman-temanku, kamu terpaksa harus menjelaskan walaupun sedikit dari yang kamu tahu tentang materi itu. Tulisan dan ucapanmu di depan kelas itulah yang terngiang-ngiang di kepalaku Cantik. Kau tidak tahu bagaimana aku dengan mudahnya mengingat semua hal tentangmu. Mungkin karena itulah, otak kecilku ini juga jadi kekurangan kapasitas penampungan materi. Aku tidak keberatan, Cantik.

Aku sangat bahagia di saat pagi hari aku menunggu kedatanganmu ke kelas kita itu. Kau selalu datang di saat jam tanganku menunjukkan pukul 7 kurang 5 menit. Aku tak tahu bagaimana kau bisa datang di waktu yang sama setiap harinya. Aku sendiri tidak yakin, mungkin mata atau jamku yang menipuku Cantik. Pastinya bukan kamu kan? Bahagia ini semakin bertambah saja kalau tiba hari kamis. Hari giliranmu piket. Aku akan dengan senang hati menanti waktu kau akan mengambil air untuk menyiram bunga di depan kelas kita, aku tahu hanya kamu di kelas kita yang mencintainya. Yang lain hanya akan menyiraminya jika telah dimarahi oleh ketua kelas, tapi kamu pasti tak akan lupa. Aku suka melihatmu menaburkan senyum saat itu, bahkan aku merasa bunga-bunga itu pun tersenyum ke arahmu.

Banyak sekali yang ingin aku bicarakan denganmu, Cantik. Selama ini aku tak punya keberanian untuk mengatakannya. Tapi ini lain, kau akan pindah segera. Ingin menangis rasanya. Aku sungguh tak ingin kau tidak mengisi hari dan hatiku lagi. Aku ingin kau selalu disana, di kursi kesayanganmu itu, duduk menyimak pelajaran dengan serius, sementara aku melihatmu dari pojok kelas kita. Aku masih ingin terus melihat kamu saat kamu melakukan presentasi di depan kelas. Aku tidak ingin….

Tapi aku harus rela melepasmu. Melepas semua kegiatan yang kulakukan setiap hari denganmu, mmm.. maksudku yang ada hubungannya denganmu. Kau harus lebih maju lagi demi masa depanmu, Cantik. Aku tahu kota tujuanmu itu adalah kota yang jauh lebih besar daripada kota kita ini. Orang tuamu telah memikirkan yang terbaik untukmu, tak usah kau tangisi kelas jelek ini. Mungkin nanti aku akan menyusulmu selepas SMA. Aku akan menunggu dengan penuh harap. Aku janji aku akan berusaha keras supaya bisa kuliah di kota yang akan kau tuju itu. Semoga kau menemukan yang terbaik, Cantik. Doaku tiap malam tak pernah melupakan namamu.

Good luck, Cantik

#2. SMA, ketika sedang melamun

Kepada kamu

Dengan penuh pengharapan

Kau adalah matahari di pukul tujuh

Kau peneduh di upacara yang panas

Kau pelawak di hari-hari murung

Pembawa senyum muka dunia

Kau adalah yang selalu menjadi pusat perhatianku., tapi kau bahkan tak mengetahui keberadaanku. Kau selalu menjadi yang penting, aku bahkan tak berharap untuk menjadi persinggahan matamu ketika menoleh. Akulah yang selalu mencari sosokmu kalau murid angkatanmu sedang berkumpul. Aku yang akan mengkhawatirkan keadaanmu kalau engkau tak muncul dihadapanku. Kau tak akan pernah kubiarkan mencariku, karena akulah yang akan selalu lebih dulu menemukanmu.

Aku bukannya mengharapkan cintamu, aku tidak ingin kau menjadi pendamping hidupku. Hatiku akan meloncat bahagia ketika aku melihatmuu tersenyum bahagia meski saat kau bergandengan dengan dirinya yang kau panggil ”cinta” itu. Aku tidak pernah merasa cemburu jika kau sedang jalan dengannya, tapi aku akan sangat marah kala kau kelihatan kecewa karena dia menolak untuk pulang bersamamu. Awan hitam itu berubah menjadi cerah kala melihatmu tersenyum bahagia. Andai saja senyum itu pernah kau tujukan untukku, satu harapan dariku yang tak pernah berani menyapamu bahkan memandangmu dari dekat.

Regards,

~ well, thats it. aku tulis sewaktu lagi bad mood di sekolah. setelah selesai, temenku pun menanyakan siapa orang itu. tapi, aku sebenarnya bingung, orang itu memang ada atau aku yang menciptakannya? cinta itu, yang kurasakan itu memang ada atau aku hanya membuatnya?

#1. Ketika semuanya berawal

waktu itu, MOS SMA. tugas biasa. bikin surat cinta. saat itulah pertama kali saya membuat surat cinta.

~

Lovin yu, it hurts sumtimes

I’m standin here yu just don’t bye

I’m always there yu just don’t feel

Or yu just don’t wanna feel

Don’t wanna be hurt that way

It doesn’t mean I’m givin up

I wanna give yu more and more and more…

-Loving you, D’Cinnamons-

Cinta itu sebuah kata berjuta makna. Cinta antar sahabat, keluarga, sesama dan siapa saja yang telah dikaruniainya. Cinta membawa bahagia dan derita. Cinta bisa mengubah perilaku kita. Cinta membuat kita gila. Tapi itu semua hanya kuketahui dari film, komik, novel, sinetron, atau cerita fiksi lainnya sebelum aku melihatmu.

Melihatmu membuatku salah tingkah. Senyummu menguras kebahagiaanku. Mendung terasa cerah, panas pun tak terasa. Mataku selalu ingin mengikuti gerakanmu. Namun hati ini penuh tanda tanya, apakah ini hanya rasa kagum belaka?

Aku rasa ini bukan cinta!

Tapi hanyalah perasaan terbiasa

Yang sulit untuk dilupakan

Yang sulit tuk ditinggalkan

Atau ini memang cinta?

Tapi aku tak menyadarinya

Atau takut mengakuinya

Takut untuk menghadapinya…

Hello world!

halo semuanya. semoga blog ini bakal lebih aktif daripada blog-blog saya sebelumya. tadinya saya pengen kasih domain surat cinta aja, tapi uda ada yang make. blog ini merupakan salah satu tempat buat saya nyalurin hobi nulis surat cinta. selamat membaca, semoga berkenan.